Kumpulan Puisi Rindu Untuk Kekasih Hati

Categories: puisi - On: Saturday, June 6th, 2015

Idontop.com – Puisi rindu kali ini adalah penggalan kata kata rindu untuk kekasih hati yang jauh dan sudah lama tidak bertemu yang menimbulkan perasaan galau dan segera ingin segera bertemu. Tentunya keadaan ini membuat kita sebaiknya mengungkapkan  keresahan hati lewat kata dan ungkapan seperti yang terdapat dalam rangkaian puisi rindu berikut ini.

Kumpulan ungkapan perasaan dalam puisi rindu berikut ini bisa menjadi bacaan ringan yang menarik dan tentunya dapat menjadi referensi dan ide untuk menciptakan karya puisi cinta atau puisi romantis sendiri. Silahkan disimak!

kumpulan puisi rindu terbaik

Kumpulan Puisi Rindu

Teramat mencintai kamu

Saat ku buka mata dari malam panjang
Yang kulihat hanya dirimu yang maya
Bukan rindu yang menyayat kalbu.

Aku teramat mencintaimu
Bersyukur karena kau juga mencintaiku
Cintaku untukmu selaku mrndarahi hatiku
Karena mencintaimu itu tidak mudah.

Sekarang bayangan dirimu
Yang menusuk hingga dasar merah
Membilah menjadi tempat kita menjadi puisi
Karena rindu ini masih untukmu.

Jari-jari Sepi, Belai Aku

Ku titipkan cerita ini pada bayu menerpa
Ku tebar rasa ini bersama dayu seruling gembala
Ku gantungkan asa ini di tepi lengkung bianglala
Dan bahkan..

Ku selipkan rindu ini dalam tumpuk bebatuan
Ku benamkan cinta ini dalam genang lautan
Ku simpan rindu ini dalam rumah pasir pantai
Hingga.. Lagi dan lagi..

Ku buat untai kerinduan ini sebagai dawai do’a
Ku dendang syair rindu ini menjadi kidung hati
Ku jadikan bias rindu ini untuk pelengkap sepi

Sepenggal Kerinduan

Bungaku yang telah pergi..
Kau pernah tumbuh di taman hati
Harum mu pun masih mewangi
Dan tercium sampai kini
Pertanyaannya tak habis disini

Tapi sampai kapan ini terjadi
Sampai kapan aku merindukanmu
Sampai kapan kau tetap segar mewangi
Dan tak menjadi layu di hatiku.. Di sini..

Jika Ada Rindu

Jika ada celah ruang rindu dalam dimensi relungku
Maka hanya kamu yang tahu untuk siapa
Jika ada sisa waktu dalam kerinduanku
Maka hanya kamu yang tahu untuk siapa
Jika ada gumpalan rindu dalam rongga dadaku
Maka hanya kamu yang tahu untuk siapa

Jika ada satu cinta dalam lubuk sukmaku
Maka hanya kamu yang tahu untuk siapa
Jika ada tumpukan rindu dalam beku heningku
Maka hanya kamu yang tahu untuk siapa
Dan jika benar dunia mengakui keberadaanku
Pun hanya kamu yang tahu untuk siapa

Malam tanpa bintang

Di malam yang dingin dan sunyi ini
Aku sendiri termenung dengan rindu
Duduk di bawah pohon rambutan
Menanti angin malam membawa balasan rindumu.

Malam ini duka tanpa warna
Hitam tanpa cahaya bintang
Sepi tanpa sajak sunyi
Malam ini begitu sepi.

Tanpa hangat dan tanpa hadirmu
Aku menjadi kosong
Di bawa angin malam ke tempat aku kau tinggalkan
Iya sekarang aku berdiri bersama gelap tepat di gundukan makammu.

Di sini aku sekarang
Di tempat jasadmu berada
Aku sangat merindukanmu wahai cinta
Ingin rasanya kumenangis hingga rasa sedih ini hancur berkeping keping
Agar aku bisa berhenti menangis
Agar aku bisa berhenti meratap.

Bintang juga tahu aku sedang berduka
Sehingga ia memberiku waktu untuk membunuh rindu ini
Untuk itu malam ini dia tidak menghiburku.

Karena bintang tahu aku butuh waktu untuk sendiri
Butuh waktu untuk menelan airmata
Butuh waktu untuk tersenyum
Butuh waktu untuk berdiri kembali.

Archa Kerinduan

Masih aku terpaku
Retak muka remuk raga
Merindukanmu seperti batu

Tatapan mata selalu di angan
Merajut rindu bergelayut
Menantimu seperti batu

Di hatiku terpendam
Bungkam dalam diam sang malam
Merindukanmu seperti batu

Hampa dalam bayang siang
Kosong dalam tenang malam
Merenungimu seperti batu

Di Dalam Dada

Jika dibelah dada ku
Akan nampak semua yang ada di angan
Ada gunung, ada lembah, ada pohon di pinggir sawah
Ada jalan setapak menuju rumah
Ada kerinduan di sana..

Tapi ada juga kota lama
Dengan gedung runtuh
Dan langit terbakar menyala merah
Ada juga hutan rimba
Tempat nyawa tersesat
Terbayang di dalam lengking rusa
Yang lari dengan kaki terluka

Sudah berkumandang sebelum sempat bersuara
Kalau kerinduan tak terangkum dalam dada
Bagaimana kata seakan terbit dari tiada
Tangan akan hampa meraih ke udara

Aku Merindukanmu

Sudut sepi, ketika itu..
Kembali aku merindukanmu, sangat rindu
Gundah, resah dan gelisah menari-nari di kalbu
Bercumbu dengan setumpuk rindu yang membelenggu
Masih ku ingat saat itu.. Ya saat itu
Saat kau bunuh aku dengan diammu
Namun.. Masih saja aku merindukanmu, sangat rindu

Kubangan hening kala itu..
Bayanganmu hadir dibibir ilusiku
Hadirkan sebersit senyum terindah milikmu
Senyum yang semakin memberatkan rinduku
Haruskah ku buang bayangmu itu?
Haruskah aku?
Ah.. Aku tidak dan tak akan mampu
Wahai engkau.. Dengan cara inilah aku mencintaimu

Kamar senyiku, saat itu..
Sayup-sayup ku ingat kembali kisahku
Kau tahu apa yang kutemukan? Cintamu, cuma itu
Cinta yang membuka mataku
Pula yang membuka hatiku
Dan dalam hatiku, aku melihatmu, bidadariku
Hingga takan bosan ku berbisik di telingamu
“Aku Merindukanmu”

Engkau kah Itu?

Engkau kah itu?
Yang berdendang sendu
Dengan seuntai senandung rindu
Diantara rintihan sang kalbu
Yang terus tenggelam dalam kubangan pilu
Terinjak-injak derap langkah sang waktu

Engkau kah itu?
Yang menimpakanku ber ton-ton rindu
Dengan sejuta lembar bayangmu
Merebut tiap hempasan nafasku
Mengikat tiap persendian tulangku
Dengan merindukanmu.. Aku menemukanmu

Engkau kah itu?
Yang mencintaiku
Yang melengkapi semua asaku
Yang bermain di atas taman hatiku
Yang selalu berdendang di ujung rinduku
Yang takkan hilang meski disapa mesra sang bayu

Engkau kah itu?
Yang perlahan menaklukanku..

******

Baca juga :

puisi kehidupan dan harapan terbaik

puisi lingkungan – syair tentang lingkungan hidup

puisi guru – ungkapan indah untuk guru

Demikianlah kumpulan puisi rindu untuk kekasih hati yang bisa dibagikan pada postingan kali ini. Jangan lupa datang kembali untuk membaca kumpulan puisi berbagai tema sebagai bahan bacaan yang menarik di waktu santai.

Advertisement