Kumpulan Puisi Lucu Humor Konyol Terbaru

Categories: puisi - On: Saturday, February 18th, 2017

Puisi LucuHalaman 8

PUISI ANAK AKUNTING

Wahai Kekasihku…
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku

Wahai kekasih hatiku…
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva

Wahai mutiara kalbu ku….
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu

Wahai bidadariku….
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya
Jika di hari closing nanti, Tidak ada kecocokkan saldo
mungkin cinta kita harus dijurnal balik…

PUISI CINTA ANAK MATEMATIKA

Saat aku bersua dengan eksponen jiwamu
Sinus kosinus hatiku bergetar
Membelah rasa

Diagonal-diagonal ruang hatimu
Bersentuhan dengan diagonal-diagonal bidang hatiku

Jika aku adalah akar-akar persamaan x1 dan x2
Maka engkaulah persamaan dengan akar-akar 2×1 dan 2×2

Aku ini binatang jalang
Dari himpunan yang kosong
Kaulah integrasi belahan jiwaku
Kaulah kodmain dari fungsi hatiku

Ke mana harus kucari modulus vektor hatimu?
Dengan besaran apakah harus kunyatakan cintaku?

Kulihat variabel dimatamu
Matamu bagaikan 2 elipsoid
Hidungku bagaikan asimptot-asimptot hiperbola
Kulihat grafik cosinus dimulutmu

Modus ponen…podue tollens…
Entah dengan modus apa kusingkap
Logika hatimu…
Beribu-ribu matriks ordo 2×2 kutempuh
Bagaimana kuungkap adjoinku padamu

Kulajani tiap barisan geometri yang tak hingga jumlahnya
Tiap barisan aritmatika yang tak terhitung…

Akhirnya kutemui determinan matriks hatimu
Tepat saat jarum panjang dan pendek
berimpitan pada pukul 10.54…

DUKA KETAWA
Oleh Maulidya Risne Andini

Dulu kita selalu bersama
Menghabiskan waktu tuk berdua
Mengelilingi taman dengan sepeda
Menikmati aroma bunga penuh pesona
Itu semua karena cinta yang menggelora
Namun kini engkau ada di mana
Aku mencarimu ke ujung dunia
Dan ku temukan kau di sana
Bukan dengan ku, tapi dengan dia
Hatiku begitu terluka
Teganya engkau melihatku dengan luka menganga
Menunggumu tiba di tepi danau toba
Haruskah ku mengiba
Tuk kita kembali bersama
Namun engkau dilanda dilema
Memilih aku ataukah dia
Aku dengan cinta dan dia dengan jelita
Pilihlah aku karena…
Kau tak tahu mana yang nyata dan mana yang fana
Yakinlah bahwa aku yang nyata
Sedangkan dia hanyalah fana
Biarlah kini ku berikan kau logika
Aku mencintaimu karena aku wanita
Sedangkan dia hanyalah WARIA

KOTORAN
Oleh Ahmad Ridwan.P

Aku tidak semutlak keberadaan Tuhan
Karena aku memperTuhan-Nya dalam ilmu agama
Aku tidak serumit aljabar dan logaritma
Karena aku meyakini dan merombaknya
Aku tidak sepasti unsur dan senyawa
Sebab aku ragu saat merasanya
Aku tidak serinci geenetika dan DNA
Sebab aku adlah jadinya

Aku adalah filsafat
Aku adalah peribahasa
Aku adalah kata mutiara
Aku adalah ilmu
Aku adalah rumus
Aku adalah moral
Kurasa!!!

Aku bukan kesalahan
Aku bukan ketidakpastian
Aku bukan kata kotor
Aku bukan kebodohan
Aku bukan kebebasan
Aku bukan tak beradab
Meski memang,
Apa lacur!
Akupun tak rela mengaku

Sebenarnya
Aku!
Aku!!
Aku!!!
Arang hitam di salju putih