Kumpulan Pantun Perpisahan Untuk Sahabat dan Orang Tersayang

Categories: pantun - On: Wednesday, May 20th, 2015
Advertisement

Idontop.com – Pantun adalah karya sastra asli melayu yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Pantun secara umum merupakan kumpulan 4 bait kalimat yang tersusun dengan pola tertentu yang menhasilkan bunyi dan makna yang indah. Isi dari pantun ini sangat beragam jenisnya, ada yang berupa kata kata nasehat, cinta, bermakna religi, serta berbagai macam tema yang menggambarkan lika-liku kehidupan.

Berikut ini adalah beberapa baris pantun perpisahan yang bisa menjadi bahan untuk mengungkapkan dalamnya perasaan dan kesedihan saat perpisahan dengan rekan atau orang yang kita cintai melalui bait-bait pantun. Tentunya pembaca bisa membuat pantun perpisahan dengan kata kata dan kreasi sendiri dengan mempelajari contoh-contoh dalam kumpulan pantun perpisahan dibawah ini.

kumpulan pantun perpisahan terbaik

Kumpulan Pantun Perpisahan Terbaik

Sayang Semarang Gunung Merapi
Anak gelama dituba jangan
Tidak dilarang adik berlaki
Janji yang lama dilupa jangan

dari tempat mana akan kemana
tinggi rumput dari padi
tahun mana bln. mana
bisa kita bersua lagi

Batang selasih permainan budak
Berdaun sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga

Batang selasih permainan budak
Tumbuhnya jarang tepi telaga
Bercerai kasih bukan kehendak
Paksaan orang dituruti juga

Ikan sepat dimasak berlada
Kuah cencaluk jadi bumbunya
Kalau tak dapat dimasa muda
Akan kutunggu sampai menjanda

tanam lenggun tumbuh kelapa
terbit bunga pucuk mati
budi tuan kami tidak lupa
telah terpahat didalam hati

Pucuk pauh selara pauh
Sembilu ledung ledungkan
Adik jauh kekanda jauh
Kalau rindu sama menungkan

Pucuk pauh selara pauh
Pucuk terjuntai di atas titi
Adik jauh kekanda jauh
Menaruh rindu di dalam hati

Patah pasak dalam kemudi
Patah diruang bunga kiambang
Kalaulah tidak bertemu lagi
Bulan yang terang sama dipandang

lemak terasa sibuah pinang
bikin menjamu paduka raja
makanan lazat telah terhidang
marilah kita menjamu selera

Kerana Budi Jasad Tertawan
Tengah padang pasang pelita
Anyam ketupat bulan puasa
Bukan nak pandang cantiknya rupa
Hati terpikat budi bahasa

mudik ke hilir berperahu layang
berkunjung sebentar di indera giri
pergilah kasih pergilah sayang
pandai-pandailah melindungi diri

Harum sungguh bunga melati
Kembang setangkai diwaktu pagi
Hancur sungguh rasa dihati
Sedang berkasih ditinggal pergi

Jauh berdagang ditengah kota
Menjual dagangan pelbagai benda
Abang pergi mencari harta
Buat meminang akan adinda

Kalau ada sumur diladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi

Anak tani mengutip lokan
Lokan dikutip untuk dimakan
Sayang anak tangan-tangankan
Sayang isteri tinggal-tinggalkan

Pulau Sipadan pulau Ligitan
Tempat singgah raja Bulungan
Risau dibadan galau ingatan
Ingat pungguk rindukan bulan

Serapah disembur mengubat gatal
Tok bomoh membaca jampi
Sebelum tidur ditepuk bantal
Menyeru nama dalam mimpi

Berjalan di malam kelam
Baiklah kiranya berteman
Kenapa pungguk rindukan bulan
Bunga banyak kembang ditaman

Hilir rakit berkajang kain
Dimana teluk singgah bertimba
Niatku tidak pada yang lain
Adinda seorang tiadalah dua

Kalaulah jadi pergi keladang
Kain panjang cari dahulu
Kalaulah jadi pergi berdagang
Induklah semang cari dahulu

Leher merah itu helang
Terbangnya tangkas perangai garang
Jangan dinda berhati walang
Kasih kanda padamu seorang

Bunga lada tingginya sama
Ambil setangkup bunga melati
Kanda berjanji terlalu lama
Manalah sanggup dinda menanti

Kerana budi Jasad Tertawan
Kain buruk jatuh di papan
Patah terkulai dahan meranti
Biarlah buruk rupamu tuan
Asal pandai mengambil hati.

Berinai orang berhitam kuku
Mandi disiram si air mawar
Tuan seorang biji mataku
Racun diminum jadi penawar

Ambil setangkup bunga melati
Hiasan rambut puteri jelita
Kenapa dinda tak sanggup menanti
Mana perginya janji setia

Kayu mempoyan kulitnya manis
Patah galah dalam paya
Laku perempuan mulutnya manis
Cakap sepatah jangan percaya

Kerisi, Cencaru, siikan Parang
Ikan Belut siikan gerut
Tidak sangka orangnya curang
Lain dimulut lain diperut

lebah tidak bersarang lagi
habis pulang ke gunung ledang
sembah tidak dipanjangkan lagi
perut lapar hari dah petang

******

Baca juga:

pantun romantis cinta paling hits

pantun jenaka lucu gokil terbaru

pantun pendidikan sekolah indonesia

Demikianlah kumpulan karya sastra pantun perpisahan yang bisa dibagikan kali ini. Selamat membaca!