Kumpulan Cerpen Cinta, Kisah Cinta Romantis Terbaru

Categories: cerita, cinta - On: Sunday, February 19th, 2017

Cerpen CintaUntuk Pertama Dan Terakhir

Cerita diawali dari seorang gadis remaja berusia 17 tahun, dia baru saja merayakan hari menetasnya atau yang lazim dikenal dengan sebutan ulang tahun. Gadis remaja tersebut bernama Sili. Sili adalah anak pertama dari 2 bersaudara, dia memiliki adik laki-laki yang bernama Marcel. Sili adalah gadis dengan sejuta impian di benaknya, namun di antara sekian banyak mimpinya ia sangat ingin menjadi seorang penulis. Namun impiannya itu disembunyikan rapat-rapat dari kedua orangtuanya. Karena menurut orangtuanya menjadi seorang penulis itu bukanlah suatu impian melainkan hanya hobi semata yang kurang menjamin masa depan Sili. Oleh karena itu orangtua Sili memberi arahan pada Sili agar Sili menjadi pegawai negeri entah itu di bidang pendidikan, kesehatan, maupun keamanan (polwan).

Karena Sili sadar saran dari kedua orangtuanya itu untuk kelangsungan hidupnya di masa depan, maka Sili pun memilih pendidikan di bidang kesehatan. Awalnya Sili ingin menjadi seorang dokter spesialis jantung, tapi karena di kotanya hanya ada SMK kesehatan dengan jurusan farmasi, keperawatan, dan analis jadi Sili memutuskan untuk mengambil jurusan keperawatan. Dan kini ia duduk di bangku kelas 3 SMK. Saking sibuknya Sili membangun impiannya untuk menjadi seorang dokter jantung sehingga ia hanya menghabiskan waktu untuk belajar dan hanya sekedar bercanda gurau dengan sahabat-sahabatnya. Sili memang gadis yang sangat beruntung dia memiliki 3 orang sahabat yang sangat menyayanginya mereka adalah, Selena, Angel, dan Raisa.

Ketiga sahabatnya selalu bersedia membantunya dalam proses mewujudkan impiannya. Sahabatnya sangat memahami karakter Sili yang memang kebanyakan waktunya dihabiskan untuk belajar sehingga tak heran Sili menjadi salah satu murid yang cerdas di kelasnya. Sahabat Sili pun tak terlalu menuntut untuk mengajak Sili hang out bareng di kafe karena mereka memang sangat mendukung Sili dalam mewujudkan impiannya itu. Suatu hari Sili dan sahabat-sahabatnya pergi ke sebuah kafe di kotanya, tanpa sepengetahuan Sili ternyata sahabat-sahabatnya itu sudah janjian untuk ketemuan dengan pasangannya masing-masing. Sili pun terkejut dan sedikit bad mood saat sahabat-sahabatnya bersama pasangan masing-masing.

“Rese lo pada, gue di jadiin obat nyamuk,” gerutu Sili.
“Sorry Sil, habisnya baru sekarang sih gue ada waktu ketemu sama pacar gue,” ucap Raisa.
“Oh ya udah sih, have fun aja deh buat kalian!” jawab Sili.
“Ciee.. Ada yang bad mood nih,” kata Selena meledek Sili.
“Apaan sih lo Sel, udah ah gue mau baca buku aja,” ucap Sili.
“Iya deh miss kutu buku,” ledek Angel.

Kemudian Sili pun duduk agak menjauh dari mereka, tak lama kemudian Selena, Raisa dan Angel pun menghampiri Sili.
“Sil, udah beres baca bukunya?” tanya Selena.
“Udah, emang kenapa, nah lo pada udah kelar kangen-kangenannya?” Ucap Sili.
“Lah.. Ditanya kok jawabnya agak pake soda gitu ya,” kata Angel.
“Ya abisnya lo pada tega sama gue,” kata Sili.
“Ya udah sebagai permintaan maaf kita, hari ini lo makan sepuasnya kita bertiga teraktir deh,” ucap Raisa membujuk.

“Oke,” ucap Sili dengan senyum khasnya.
“Ye lo mah, kalau udah ngomongin makanan gratisan bagus lagi tuh mood,” kata Angel.
“Jadi kagak nih traktir guenya?” tanya Sili nada bete.
“Jadi.. Jadi,” jawab Selena.
“Oh ya udah, gue pesen ya,” ucap Sili.

Sili pun memanggil pelayan dan memesan beberapa menu makanan kesukaannya di kafe tersebut. Setelah makanan terhidang di meja Sili segera menyimpan bukunya lalu kemudian dia menyantap makanannya, beberapa saat kemudian makan tersebut ludes. “Buset dah, tuh perut meral amat sih lo Sil,” kata Raisa.
“Itu lapar atau kerasukan sih,” tambah Selena.
“Protes aja lo pada, udah bayar sana,” ucap Sili.

Akhirnya mereka pun beranjak dari kafe tersebut, karena sudah agak sore jadi mereka memutuskan untuk pulang ke rumah. Keesokan harinya Sili dan sahabat-sahabatnya berkumpul dan untuk kesekian kalinya sahabat Sili bertanya, apakah Sili punya pacar, mantan atau gebetan? Kemudian Sili terdiam dan enggan menjawab pertanyaan itu. Lalu beberapa saat kemudian Sili menjawab, “Sebenernya gue tuh dari dulu suka sama kakak kelas gue, tapi awalnya gue kira gue cuma kagum aja sama kakak kelas gue itu, lalu kesininya entah kenapa gue ngerasa ada yang beda sama dia, dan gue tahu untuk pertama kalinya kalau gue jatuh cinta.”

“Siapa sih orangnya, terus sekarang dia di mana, dan lo tahu sesuatu tentang dia gak sekarang?” tanya Angel.
“Nama dia Rismalna, dia adalah anak bungsu dari temen kerja Ayah gue, setahu gue sekarang dia kuliah di jurusan keperawatan juga, gue punya id whatsappsnya,” jawab Sili.
“Terus lo pernah deket gak sama dia, atau lo pernah chat gitu sama dia?” tanya Raisa.
“Deket sih gak, chat apa lagi..” jawab Sili.
“Laah, coba deh lo chat dia duluan siapa tahu direspon,” saran Selena.
“Kagak ah gue terlalu takut,” jawab Sili polos.

“Coba dulu, tapi lo punya mantan gak?” tanya Angel.
“Kagak,” jawab Sili simple.
“Masa, lo bohong banget,” ucap Raisa.
“Sumpah, gue gak punya mantan,” jawab Sili lagi.
“Kok bisa cewek secerdas lo kagak punya mantan,” ujar Selena.
“Gue terlalu fokus sama impian gue dan gue cuma suka satu cowok yaitu Rismalna lagian kenapa jadi pada kayak reporter gini sih?” jawab Sili.

Beberapa jam kemudian bel pulang pun berbunyi. Sili dan ketiga sahabatnya pulang, sesampainya di rumah terlihat di depan rumah ada sebuah motor. Kemudian dengan mengucap salam, Sili masuk ke rumah dan betapa terkejutnya Sili ketika melihat ada Rismalna dan ibunya sedang berada di rumahnya. Sili merasa jantungnya berhenti berdetak, waktu berhenti berputar dan napas pun berhenti seketika. Lalu tiba-tiba suara ibunya menyadarkannya, “Kak, kenapa bengong di situ ayo masuk dan salam sama Ibu dan Kak Ismal,” ucap ibu.

Tanpa sepatah kata pun Sili langsung salam pada ibunya Rismalna dan Rismalna. Kemudian dia masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya. Setelah itu dia pergi ke dapur untuk mengambil minum. Setelah selesai minum ibu memanggil Sili, “Kak, sini ini Ibu sama Kak Ismal mau pamit.” Ucap ibu. Sili pun segera menghampiri ibunya dan mengantar mereka ke depan pintu. Saat bersalaman dengan ibu Rismalna, ternyata terihat Rismalna memperhatikan Sili kemudian Rismalna tersenyum kepada Sili. Keesokan harinya Sili menceritakan kejadian kemarin kepada sahabat-sahabatnya. Sepulang sekolah dia mencoba untuk memberanikan diri memulai obrolan dengan Rismalna, Via whatsapps.

“Hai Kak Ismal,”
“Hai juga?”
“Kak Ismal, selamat ya bentar lagi wisuda,”
“Iya makasih De,”
“De? Emangnya Kakak tahu ini siapa gitu?”
“Enggak sih cuma nebak aja haha,”
“Oh kirain tahu,”

Akhirnya mereka chat setiap hari, setiap waktu, saling mengucapkan happy satnight, good night, and nice dream. Saling curhat dan banyak hal yang dibicarakan. Sudah beberapa bulan mereka chat, Sili memberitahu bahwa dia tidak bisa chat every time soalnya sedang mempersiapkan untuk ujian nasional dan Rismalna pun mengerti akan hal itu. Setelah selesai UN, tepatnya tanggal 11 mei Rismalna tiba-tiba mengajak Sili untuk bertemu. Akhirnya mereka pun bertemu, Rismalna mengajak Sili ke suatu tempat di daerah pegunungan, dan di sana Rismalna mengungkapkan perasaannya terhadap Sili.

“De, sebenernya Kakak mau ngomong ini tuh dari beberapa bulan yang lalu tapi setelah Kakak tahu Ade masih mau fokus sama sekolah. Kakak mengurungkan niat Kakak, tapi sekarang sesuai ucapan Ade. Kalau sekarang Ade sudah bebas dari janji dan ingin memulai membangun kisah asmara Ade. Jadi Ade mau gak Kakak bantuin ngebangun kisah asmara Ade, kita bangun kisah kita bareng-bareng,” kata Rismalna panjang lebar. “Jadi?” tanya Sili.
“Jadi, kamu mau gak jadi pacar aku?” tanya Rismalna.
Deerrrr, bagai tersambar petir di siang bolong rasa tidak percaya bercampur senang di hati Sili. Dengan malu dan sebuah anggukan pertanda ia menerima Rismalna sebagai pacarnya.

Rismalna sangat senang dengan jawaban Sili. Lalu mereka merayakan hari jadi mereka di tempat itu dengan cara melihat mata hari terbenam di ufuk barat. Sesampainya di rumah Sili langsung menelepon sahabat-sahabatnya dan segera memberitahukan kabar membahagiakan ini. Dan sahabat-sahabatnya pun sangat bahagia mendengar kabar itu. Seminggu setelah itu, graduasi pun dilaksanakan sahabat-sahabatnya Sili datang dengan keluarga dan pasangan mereka masing-masing. Namun Sili hanya ditemani oleh kedua orangtua dan adiknya. Sebenarnya Sili ingin mengajak Rismalna namun dia mengurungkan niatnya karena Sili dan Rismalna menjalin hubungan secara diam-diam tanpa sepengetahuan kedua orangtua mereka.

Acaranya begitu ramai, dan membahagiakan namun Sili merasa ada yang berkurang. Karena orang yang spesialnya tidak dia ajak dan di acara wisuda Rismalna pun sebenarnya Rismalna ingin sekali mengajak Sili namun karena mereka backstreet jadi sangat sulit untuk mengajak Sili datang. Beberapa bulan kemudian Rismalna diterima kerja di salah satu rumah sakit di kota ia kuliah, dan kebetulan Sili pun melanjutkan kuliah mengambil jurusan perawat di kota yang sama. Tapi Sili masuk asrama dan selama 6 bulan Sili tidak boleh memegang handphone. Tapi Rismalna mengerti dengan keadaan dan berusaha sabar. Setelah 6 bulan berlalu kini Sili diperbolehkan memegang handphone dan ke luar asrama untuk sekedar refreshing bersama teman-temannya. Kesempatan ini digunakan oleh Sili untuk melepas rindu dengan sang pujaan hati, Sili dan Rismalna dinner. Nonton bioskop dan jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di kota itu.

Akhirnya jam ke luar pun selesai Sili harus kembali ke asrama, dan mereka pun berpisah dan harus sabar menunggu satu bulan untuk bertemu kembali. Tak terasa satu tahun sudah kini Sili di asrama dan kini tiba saatnya Sili untuk mandiri karena masa kewajibannya di asrama telah selesai dan harus belajar bersosialisasi dengan masyarakat. Rismalna sangat senang mendengar kabar itu. Lalu Rismalna membantu Sili mencari kostan untuk Sili tinggal. Setelah mereka mendapatkan kostan yang sesuai kini mereka bebas untuk bertemu tidak perlu menunggu satu bulan hanya untuk bertemu. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu kini Sili berada di semester akhir kuliah. Sili harus menjalankan program PKMD, yang kebelutan dilaksanakan di puskesmas yang dekat dengan rumah sakit tempat Rismalna bekerja. Sehingga saat berangkat ataupun pulang mereka selalu bersama.

Program PKMD pun selesai, kini tiba waktunya untuk Sili wisuda dan untuk pertama kalinya Sili memberitahukan bahwa Rismalna adalah pacarnya yang sering diceritakan pada ibunya selama ini. Dan di hari Sili wisuda, Sili mengajak Rismalna dan keluarganya untuk menghadiri acara wisudanya Sili, dan untuk pertama kalinya mereka memiliki foto keluarga dimana Sili dan keluarganya serta Rismalna dengan keluarganya berfoto dan berfose bersama. Lengkap sudah kebahagiaan Sili karena ketiga sahabatnya turut hadir untuk melihat sahabatnya mendapat gelar D3 keperawatan.

Beberapa minggu setelah wisuda, Sili mendapat panggilan dari kampusnya yang ternyata itu panggilan beasiswa dan bekerja selama satu tahun di negara jepang, dengan penjelasan yang meyakinkan akhirnya Sili mendapat restu dari kedua orangtuanya. Dan lagi-lagi Rismalna sangatlah pengertian terhadap impian sang kekasih dia pun percaya dan mengizinkan Sili pergi ke jepang dengan satu syarat yaitu Sili harus mau menjadi tunangannya. Dengan senang hati Sili pun mau menjadi tunangan Rismalna. Satu minggu kemudian Sili dan Rismalna menyebarkan undangan pertunangan dan orang yang pertama tahu dan menerima undangan adalah sahabat-sahabat Sili. Satu minggu kemudian setelah undangan selesai disebarkan. Hari yang dinanti pun datang tepatnya di tanggal 11 mei mereka resmi bertunangan. Dan pada tanggal 15 mei Sili berangkat ke jepang dengan diantar oleh kedua orangtuanya, adik, kekasih, dan sahabatnya.

Setelah satu minggu di jepang, Sili pun memberi kabar kepada Rismalna, kedua orangtuanya dan sahabat-sahabatnya. 3 bulan kemudian di hari raya idul fitri, Sili pulang ke indonesia untuk merayakan lebaran bersama namun tanpa ada yang tahu kepulangannya ke indonesia. Sesampainya di rumah kedua orangtua Sili dan adiknya sangat terkejut dan bahagia karena di hari yang fitri bisa berkumpul bersama. Kemudian ibu Sili memberitahu Rismalna dan keluarganya bahwa Sili ada di indonesia. Betapa bahagianya Rismalna mendengar kabar itu. Tak lupa Sili memberi tahu sahabat-sahabatnya juga, akhirnya di hari yang fitri ini mereka berkumpul bersama bercanda tawa penuh kebahagiaan apalagi dua insan yang sudah lama tak berjumpa itu.

Keesokan harinya Rismalna mengajak Sili jalan-jalan dan selama Sili berada di indonesia mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Setelah satu minggu Sili pun kembali ke jepang. Berat rasanya Rismalna harus berpisah dengan Sili begitu pun dengan Sili yang masih rindu dengan kekasihnya itu, tapi mereka berdua terus berpikir hal yang positif sehingga mereka masih bisa menjalankan LDR dengan baik. Walaupun terkadang di saat keduanya merasa lelah dengan pekerjaan masing-masing kemudian salah satu dari mereka lost kontek maka di situlah ada sedikit percekcokan. Namun tak berlangsung lama karena Rismalna dan Sili tipe orang yang saling meredam emosi dan saling mengalah satu sama lain.

Setiap 3 bulan sekali Sili pulang ke indonesia, satu tahun pun berlalu kini Sili benar-benar kembali menjadi warga negara indonesia dengan gelar ners dan banyak sekali rumah sakit yang bersedia menerima Sili. Namun Sili memilih rumah sakit yang sama dengan tempat kerja Rismalna, karena menurut Sili menjadi junior Rismalna adalah hal yang sangat membuatnya bahagia. Dan kebahagiaan Sili bertambah ketika mengetahui bahwa ketiga sahabatnya telah mendahuluinya naik ke pelaminan. Setelah beberapa bulan Sili bekerja di rumah sakit tersebut, Sili dilamar oleh Rismalna dan Sili pun menerima lamaran Rismalna.

Setelah menjalankan beberapa proses adat pernikahan akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun datang, tepatnya tanggal 11 mei Sili dan Rismalna melangsungkan akad nikah. Kemudian dilanjut dengan resepsi pernikahan yang sangat mewah nan megah, dimana menjadi tempat berkumpulnya sanak saudara, sahabat, dan teman-teman dari kedua mempelai. Setelah menikah dua tahun mereka dikaruniai satu orang anak yaitu satu anak perempuan yang bernama Derista Anhatasya Silris dan satu anak laki-laki yang bernama Deris Lintang Bumi Silris. Dan mereka pun hidup bahagia bersama keluarga kecil mereka di istana mereka yang penuh dengan kasih sayang dan cinta yang tulus. Dan kini di tempat yang sama Sili dan sahabat-sahabatnya masih sering berkumpul tapi bedanya lebih banyak aja anggota yang ikut berkumpul.

Tamat

loading...