Kumpulan Cerpen Cinta, Kisah Cinta Romantis Terbaru

Categories: cerita, cinta - On: Sunday, February 19th, 2017

Cerpen CintaHarus Berbohong

Dimulai dari mimpiku ingin menjadi seorang paskibraka tingkat kabupaten, aku mengenal dia. Ehemm sebelumnya perkenalkan namaku Sofia baru naik kelas 2 SMA aku termasuk pendiam saat berada di terlalu keramaian. Ketika di barak atau tempat penginapan pendidikan paskibraka aku benar-benar menjadi seorang yang sangat pendiam dengan segala kedongkolan yang ku terima dari semua seniorku. Di sana aku mengenal banyak orang dan kegalauanku pun mulai berkurang. Kurang lebih 3 minggu aku dididik menjadi seorang paskibraka di sana akhirnya pendidikanku selesai.

Di sekolah aku menceritakan semuanya pada temanku hingga ku ceritakan.
“Sa, tahu nggak di sana itu banyak senior-senior tampan dan baik pula,” kataku dengan semangat.
“Ahh, pacarku yang lebih ganteng dari siapa pun,” ujar Elsa sahabatku.
“Yah baiklah, jadi ceritanya mau sombong udah punya pacar, aku belum, oke,” kataku sambil menghadap ke arah lain.
“Hehe,” cengengesan, “iya maaf maaf, ya kamu deketinlah, pdkt gitu,” kata Elsa menggodaku.
“Oke akan ku coba,” kataku sombong.

Aku memikirkan kata-kata Elsa tadi memangnya siapa yang mau sama aku? pikirku dalam hati. Tiba-tiba handphone-ku berdering sms masuk ternyata temanku saat di barak dia cerita kalau dia naksir sama seorang senior cowok kami, aku tiba-tiba deg-degan mendengar namanya, Kak Aldo sapaan itu yang selalu ku panggil padanya. Dia sosok cowok tampan dan manis berusia 19 tahun yang rajin salat hehe. Cerita temanku terputus katanya akan disambung saat duta belia nanti.

Duta belia adalah semacam liburan untuk kami anggota paskibraka yang telah berhasil menjalankan tugasnya. Tujuan duta belia kami adalah kota Palembang selama 5 hari. Aku bertemu dengan teman-temanku kembali termasuk dia yang menyukai Kak Aldo dan tak disangka kami dapat satu kamar di hotel. Dia bercerita kalau dia udah nembak Kak Aldo tapi ditolak padahal dia nggak punya pacar. Aku mulai penasaran dan mencoba untuk melontangnya (ngetes dia) aku sms dia dengan nomor yang diberi temanku. Dengan banyak sekali basa-basi kami saling balas membalas sms.

loading...

Dari awal niatku hanya main-main tetapi suatu hari dia nembak aku walaupun hanya lewat sms malam itu, tidak menyangka dia bilang kalau dari awal masuk barak dia menyukaiku. Malam itu dia benar-benar sukses membuatku terdiam aku tidak bicara dan berusaha untuk bilang “ya”. Akhirnya kami jadian, 7 september 2015 hari yang benar-benar ku ingat sampai sekarang. Seminggu pertama masih terasa manis hingga malam itu kami bertemu karena kami berhubungan LDR. Minggu berikutnya mulai berubah dia mulai menyebalkan membuatku kesal dengan singkat cerita dia menyakitiku dengan kata-katanya itu (masih mau lanjut nggak nih?) Pertanyaan itu yang sulit ku jawab. Dalam hatiku selalu bertanya apa maksudnya apa dia mau putus? apa dia sudah bosan? apa aku punya salah?

Pikirku melayang ke mana ke mari ku mencari jawaban mencurahkan isi hatiku pada sahabat-sahabatku, dan mereka menyarankanku untuk memutuskannya. Aku memikirkan semuanya dan mencoba untuk bertahan hingga masa pacaran kami sampai satu bulan. Dengan dua kali pertanyaannya yang membuatku kesal. “Aku harus bertindak!” kataku dalam hati. Aku mengetesnya dengan tidak menghubunginya dalam waktu seminggu tetapi hasilnya dia benar-benar tidak mempedulikanku. Tanpa berpikir panjang lagi dengan segala kekecewaanku, aku putuskan untuk menyudahi hubungan pacaran kami dan kami berubah kembali menjadi teman.

Hari terus berlalu setelah ku putus dengannya, 11 oktober 2015 yang lalu. Aku terus menghubunginya selalu memikirkannya dan aku benar-benar belum bisa move on. Sampai dia pacaran sama orang lain lalu putus lagi aku tetap masih sayang sama dia. Beberapa bulan kemudian aku masih sama seperti dulu masih dengan sayang yang sama mungkin karena dia cinta pertama dan pacar pertamaku dan belum ada orang lain yang mengubah posisinya. Suatu hari di latihan paskibra sekolah kami dia datang. Aku benar-benar malu saat itu mengingat kalau aku masih selalu menghubunginya.

Teman-teman tiba-tiba meledek kami berdua karena kami pernah cinlok di barak. Tetapi satu kata dari dia yang membuatku terdiam dia berkata usia kami adalah usia pacaran yang memang untuk putus kalau tidak putus maka akan menikah karena nafsu atau berzina. Cukup tidak suka aku mendengar dia berkata seperti itu aku pun berucap, “Lebih baik cari yang lain.” mau bagaimana lagi aku sudah terucap walaupun dalam hati aku masih menyayanginya belum bisa move on darinya dengan segala kekesalan, ku putuskan untuk membunuh perasaanku padanya. Aku harus berbohong pada hatiku.