Kumpulan Cerpen Cinta, Kisah Cinta Romantis Terbaru

Categories: cerita, cinta - On: Sunday, February 19th, 2017

Cerpen CintaCiuman Pertama

Ku lempar handukku ke kasur begitu saja, aku segera bersiap-siap untuk pergi ku raih ponselku di meja yang sudah berdering beberapa kali, sebuah pesan singkat dari Rey pacarku yang tempramental dan kaku. Ku intip ke luar dari jendela kamarku, Rey sudah menungguku di motornya rasanya sedikit menyebalkan setiap kali bertemu dengannya, aku pun segera ke luar dan menemuinya. Entah ke mana dia akan membawaku pergi, tapi yang jelas aku enggan untuk memeluknya tapi motornya yang melaju kencang membuatku mau tak mau harus memeluknya sebelum aspal yang halus itu memelukku lebih dulu.

Seperti biasa ia hanya diam dan berkata apa pun, setengah jam kemudian Ray dan aku berhenti di tepi jalan menikmati santapan pedagang kaki lima ya begitulah pacarku ia sama sekali tidak suka makan di restaurant, kami menikmati soto tangkar favorit Ray. Tempat makan pilihan Ray sungguh tak seperti yang ku bayangkan, bisa dikatakan rasanya lebih nikmat dari makanan mahal di restaurant. Hubunganku dengan Ray belum lama kami baru pacaran satu bulan dan selama itu pula ini kali keduanya Ray mengajakku jalan, ia lebih sering menjemputku di kampus dibanding jalan Ray hanya bicara seperlunya denganku, awal hubungan kami terjalin terdengar sedikit lucu dan semua gara-gara aku tak sengaja mencium pipinya waktu itu.

Aku bersama teman-temanku makan di sebuah rumah makan soto tangkar, usai makan aku mencuci mulutku dengan pisang ambon dan kulitnya ku lempar dengan sembarangan ke belakang, kulit pisangku itu mendarat tepat di wajah seorang pria dengan jaket hitam seketika wajahnya menjadi memerah kalau di film kartun mungkin berubah menjadi iblis yang punya dua tanduk. Aku langsung menoleh begitu ia berteriak mencari pemilik kulit pisang itu, aku hanya menepuk dahiku dan beranjak kabur dan tak ku sangka pria itu membuntutiku, aku berlari terbirit-birit membuatku salah mengambil jalur aku terjebak di jalan buntu, sangking takutnya aku nekat menaiki pagar sial dua anjing herder menantiku di balik pagar aku hanya meringik ketakutan.

“Lo! yang lempar kulit pisang ke muka gue?” ucapnya menatap sinis wajahku
“Hehe sorry gue gak sengaja,” jawabku merengek.
“Harusnya lo gak kabur!” seru pria itu.
“Mamah.. takut.” teriakku ketika anjing-anjing itu mulai menggonggong dan meloncat-loncat berusaha meraih kakiku.
“Turun loh,” suruh pria itu.
“Gue gak bisa turun,” ucapku mewek.
“Buruan turun atau anjing-anjing itu gigit kaki lo..” ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya padaku.

Akhirnya mau tak mau aku pun meraih tangannya dan loncat dari atas pagar dan tanpa sengaja aku bibirku mendarat di pipinya, aku pun segera kabur dari hadapannya. Tak ku sangka pria itu mencariku dan berhasil menemukanku, dan ia memaksaku menjadi pacarnya aku sempat menolaknya karena aku tak suka dengan sikap juteknya itu, namun melihatnya yang rela menungguku ke luar dari rumah supaya menemuinya hingga hujan mengguyur ia masih menantiku, hatiku pun tersentuh dan ku temui dia.

loading...

“Kenapa sih lo maksa banget gue jadi pacar lo,” ucapku sedikit manyun.
“Jangan GR lo, ini semua juga gara-gara lo yang cium gue,” ucapnya sedikit belagu.
“Ih apa hubungannya?” cetusku agak jutek.
“Ini ciuman pertama gue, dan gue udah bersumpah bakal jadiin cewek yang kasih gue ciuman pertama jadi pacar gue,” jelasnya padaku.
“Hah gila lo!” ucapku kaget.
“Ini sumpah gue ke nyokap gue, gue gak bisa ingkar, gue mohon dengan sangat ke lo buat jadi pacar gue, gue janji kita jalani hubungan ini cuma sampe 3 bulan,” ucapnya memohon. “Oke, tiga bulan.” jawabku menyetujuinya.
Sejak hari itu kami pacaran dan Ray sering menjemputku setiap pulang dari kampus, ia juga kuliah namun di kampus yang berbeda denganku.

Terlalu lama saling berdiam, membuatku bosan, aku pun menggeletakkan mangkuk sotoku dan beranjak dari kursiku, tubuhku roboh seketika sebuah motor menyerempetku, Ray menghampiriku sejenak dan segera mengejar motor yang menyerempetku. Tak lama kemudian Ray datang bersama seorang pria yang tadi menyerempetku, wajahnya sudah lebam membiru.

“Sekarang lo minta maaf ke cewek gue,” ucap Ray membentak pria itu.
“Iya bang, sorry neng gue gak sengaja, gue buru-buru tadi,” ucap pria itu.
“Iya gak apa-apa,” ucapku sambil tersenyum, pria itu pun berlalu pergi.
“Lo gak apa-apa?” tanya Ray menatapku dengan kecemasan untuk pertama kalinya, tentu aku tahu dia mencemaskanku, terlukis dengan jelas di wajahnya.

“Gak apa-apa, ngapain sih lo ngejar dia, pasti lo juga mukulin dia ya,” ujarku padanya.
“Gue gak terima, kalau cewek gue kenapa-kenapa,” jawabnya beralih dari pandanganku.
“Hah? gak salah lo?” tanyaku padanya.
“Walau gimanapun, lo pacar gue,” jawabnya kembali menatapku.

Sejak hari itu, sikap Ray mulai berubah, ia mulai banyak bicara dan mengajakku bersenda gurau bisa dikatakan kami mulai terlihat seperti pasangan yang romantis. Hingga suatu hari Ray ikut balapan, namun balapan itu menjadi bencana baginya Ray terjatuh dari motornya dan mengalami koma, ku pikir aku akan kehilangannya tapi ternyata Ray akhirnya sadar tepat di hari anniversarry hubungan kami yang ketiga bulan, tepat di hari itu pula Ray mengakhiri hubungan kami, sesuai dengan perjanjian awal, telah ku coba untuk jelaskan padanya bahwa aku sudah mencintainya dengan tulus namun Ray tak mau peduli, bahkan ia tega mengusirku dari ruangannya. Aku hanya bisa menangis dan pasrah dengan semua itu.

Seminggu ini sepanjang hari aku mengurung diri di kamar tanpa mengizinkan seorang pun masuk ke kamarku. Bahkan mamah pun tak ku izinkan menemuiku, namun hatiku tersentuh untuk ke luar dari kamar ketika aku memdengar suara motor Ray. Benar itu motor Ray terparkir di depan rumah, tapi di mana Ray, mungkin sudah masuk rumah aku bergegas bangkit dari ranjang dan ketika aku membuka kamarku Ray sudah berdiri di depan kamarku sambil menggenggam sebuah rangkaian bunga, kemudian ia berlutut di hadapanku sambil menyodorkan sebuah cincin padaku.

“Will you merry me?” ucap Ray. Aku tercengang melihatnya dan hanya mengangguk, perlahan air mataku menetes, aku menangis terharu rupanya ini surprise dari Ray tak ku sangka akan seperti ini jadinya.

TAMAT