Kumpulan Cerita Lucu, Cerita Humor Gokil Bikin Ngakak

Categories: cerita, humor - On: Sunday, February 19th, 2017

Cerita LucuHalaman 8

Orang Miskin yang Sukses

Dalam sebuah kunjungannya ke Pacitan, Presiden bertanya pada ibu yang tampaknya miskin. Ibu tersebut adalah penjual kue Apem di terminal bus.

Ibu yang terhormat, sudah berapa lama ibu jualan kue?

(Maaf demi menghindari sensor dari kementrian terkait (kementrian lawak dan dagelan), gambar presiden terpaksa kami ganti dengan gambar orang lain, yang saya gak tahu foto siapa ini ????)

Ibu: Sudah hampir 30 tahun.

SBY: Terus anak ibu mana, kenapa tidak ada yang bantu?

Ibu: Anak saya ada 4, mereka bekerja di Polda, di KPK, di Kejaksaan, dan yang ke-4 bekerja di DPR, jadi mereka sibuk sekali

SBY: {Terkagum-kagum. Ibu tersebut sangat bersahaja, meskipun
anak-anaknya sukses}. Rupanya beliau juga penasaran orang yang mana yang menjadi anak-anak ibu ini. Lalu beliau menanyakan : Apa jabatan anak-anak Ibu di Polda,
KPK, Kejaksaan, dan DPR ?

Ibu: Sama Pak… jualan kue juga.

******

Larangan Merokok

Kabar mengenai larangan merokok yang diserukan oleh MUI sudah tersebar luas di semua kalangan masyarakat. Dalam fatwa tersebut mengatakan bahwa aktivitas merokok itu adalah haram.

Kemudian di sebuah pedesaan terpencil ada seorang pemuda yang sedang ngopi di warung dan datanglah seorang teman yang berpakaian rapi menghampirinya.

”Kamu ini masih kenceng banget merokoknya. Apa kamu tidak tahu kalau merokok itu sekarang dianggap haram?” temannya yang berpakaian rapi itu bertanya pada Kirman.

”Katanya MUI sih begitu” jawab Kirman.

”Apa sekarang ini kamu tidak setuju dengan larangan itu?” tanya temannya.

”Lhoo saya setuju itu… saya itu sangat setuju dengan MUI. Bahkan saya sangat setuju kalau pabrik-pabrik rokok itu dibakar saja” jawab Kirman dengan sangat meyakinkan.

”Kalau kamu setuju kenapa kamu masih membakar rokok itu?” tanya temannya

”Karena saya tidak mampu membakar pabrik-pabrik rokok itu, maka jalan keluarnya aku bakar rokoknya satu-satu” ^__^

******

Kencan Pengusaha Kaya

Seorang pengusaha kaya kencan dgn seorang gadis cantik dan setuju untuk
melewatkan malam itu bersama dgn bayaran 1 juta. Setelah semua berlalu, ia
berjanji akan melunasi pembayaran dengan cek sesampainya ia dikantornya,
dgn kode ‘UTK PEMBAYARAN SEWA APARTMENT’.

Ketika akan menulis cek, ia menyesali perbuatannya karena merasa apa yang
ia dapat tidak sebanding dan memutuskan untuk membayar 500ribu saja
disertai dengan memo:
‘Sayangku, terlampir adalah cek sebesar 500ribu. Maaf saya tidak jadi
mengirim 1juta karena sebelumnya saya mengira
1. Ruangannya belum pernah dihuni,
2. Suasananya hangat dan
3. Ukurannya kecil sehingga seperti dirumah sendiri.

Namun yg saya dapati adalah:
1. Ternyata ruangannya sudah pernah dihuni sebelumnya,
2. Tidak ada kehangatan sama sekali, dan
3. Ukurannya sangat ‘besar’ dan terasa longgar

Setelah menerima ceknya sigadis segera mengembalikannya disertai memo:
Yth Tuan Nazaruddin,
1. Rasanya tidak masuk akal kalo apartemen sebagus ini belum ada yang
menghuni sebelumnya….

2. Soal kehangatan mungkin tuan yg tidak paham menyalakannya,

3. Mengenai ukuran, kayaknya memang perabot tuan terlalu kecil dan tidak cukup besar untuk mengisinya.

Mohon jangan menyalahkan pengurus apartemen dan mohon bayar sesuai janji
atau kami terpaksa menghubungi Nyonya rumah 😀 :’(

******

Interview

Seorang calon pegawai baru tengah menghadapi sebuah tes interview.
Interviewer berkata, ” Selamat, anda telah berhasil menempuh semua tes yang kami adakan. Kini anda menghadapi tes terakhir, yakni tes interview. Kami akan mengajukan pertanyaan, Anda bisa memilih.

Pilihannya, anda menjawab 10 pertanyaan gampang atau 1 pertanyaan yang sulit yang memerlukan jawaban logis. Nah, kami berikan pada anda untuk memilih jenis pertanyaan dari kami”.

Setelah beberapa saat berpikir, sang calon pegawai tersebut berkata, “Saya akan memilih 1 pertanyaan yang sulit”.

“Baiklah, ” kata sang interviewer, Lalu berkata lagi “Menurut anda duluan mana siang atau malam?”

Sang calon pegawai berpikir sejenak dan berkata mantap, “Duluan siang, Pak!”

Lalu sang interviewer berkata, “Mengapa anda menganggap lebih dahulu siang dibanding malam?”

Lalu sang calon pegawai baru berkata, “Ma’af, tadi Bapak sudah berjanji hanya akan menanyakan 1 pertanyaan sulit saja.”

loading...